Kuda-kuda Dalam Beladiri

Beladiri tanpa kuda-kuda ibarat rumah tanpa pondasi. Mungkin perumpamaan ini benar, karena hampir seluruh beladiri mempunyai kuda-kuda, baik kuda-kuda umum maupun kuda-kuda khusus. Demikian juga dengan Thifan Po Khan, disebutkan dalam kitab Thifan bahwa kuda-kuda atau tsebe merupakan tiang dari beladiri Thifan Po Khan. Sedemikian pentingnya kuda-kuda bagi Thifan maka pelajaran mengenai hal ini sudah harus mulai dilatih dengan serius pada tingkat dasar.

Banyak ragam metode untuk menguatkan kuda-kuda, misalnya dengan berdiam diri dengan posisi kuda-kuda dengan waktu yang lama. Di beladiri tertentu bahkan terdapat jurus khusus untuk menguatkan kuda-kuda, semakin tinggi tingkatan maka penguatan kuda-kuda dapat ditingkatkan dengan menggunakan beban. Metode yang juga sangat penting adalah dengan memperbanyak lari, sebaiknya lari ini tidak hanya dilakukan di tanah datar, tetapi juga dilakukan di tanah mendaki, menurun atau bergelombang. Dengan latihan seperti ini maka kaki akan semakin kokoh menapak disegala posisi karena ketika bertarung kita tidak sepenuhnya dapat menentukan lokasi pertempuran, misalnya kita hanya mau bertarung di daerah datar atau daerah yang berumput saja. Latihan kuda-kuda akan semakin bagus untuk dilatih di daerah yang licin atau daerah yang statis misalnya di atas perahu, metode penguatan yang lain adalah dengan cara berlatih di laut dengan menahan hantaman ombak, jenis latihan ini harus hati-hati karena kalau belum kuat dan tidak didampingi rekan latihan bisa membawa petaka yaitu terseret ombak laut. Yang sedikit lebih aman adalah dengan berlatih di bawah air terjun dengan cara menahan diri dari terjangan air terjun. Dan masih banyak lagi metode untuk menguatkan kuda-kuda atau tsebe ini, salah satunya kalau kita lihat terdapat juga dalam senam daht, khususnya senam daht yang ke enam. Dan untuk lebih detailnya silakan hubungi pembimbing masing-masing…..

Di dalam Thifan Po Khan terdapat tiga jenis kuda-kuda (tsebe) yaitu tsebe ul (kuda-kuda tegak sejajar), oklay tsebe (kuda-kuda miring) dan opcak tsebe-ogudai tsebe (kuda-kuda tengah simpuhan). Untuk lebih memperjelas maksud dari kuda-kuda tersebut silakan untuk ikut bergabung dengan latihan Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia di lanah-lanah yang disebutkan di blog PTI yaitu www.thifanpokhan.blogspot.com. Setiap kuda-kuda yang disebutkan di atas mempunyai fungsi dan penerapan pada jurus (tawe) yang berbeda-beda.

Kuda-kuda mempunyai fungsi yang sangat esensial dalam setiap serangan, pertahanan maupun langkah hindaran, dimana semua gerakan ini terangkum dalam jurus (tawe) yang sudah formulasikan dalam setiap tingkatannya. Tanpa kuda-kuda yang kokoh maka serangan akan menjadi lemah karena tidak adanya penopang yang kuat, demikian juga ketika menahan serangan, tanpa kuda-kuda yang kokoh maka akan mudah robohlah pertahanan kita dan ketika melakukan langkah hindaranpun keberadaan kuda-kuda sangat diperlukan, karena tidak mungkin langkah hindaran ini dapat dilakukan dengan lincah dan cepat tanpa adanya kuda-kuda yang kokoh.

Untuk para pegiat beladiri khususnya Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia, sudah saatnya sekarang untuk melakukan evaluasi terhadap diri masing-masing, apakah sudah mempunyai kuda-kuda (tsebe) yang kokoh? Atau dalam setiap berjurus (tawe) juga sudah menggunakan tsebe yang benar. Dan kalau dirasa belum maka mari kita tingkatkan kekuatan kuda-kuda kita dengan berlatih yang lebih semangat dan secara teratur. Menggunakan semua metode yang telah diberikan oleh para pembimbing. (Tamid PTI – Herman Budianto)

Leave a Comment