Target Latihan Thifan Po Khan

Sudah berapa lama antum latihan Thifan? Sudah bisa apa sekarang? Mungkin kita pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu, dan jawaban standar kita cukupkan dengan mengatakan yah begitu deh…sudah bisa mukul, nendang, nangkis bla bla bla…Trus apa lagi? Sebagian dari kita mungkin akan bingung menjawab dengan tepat pertanyaan tersebut. Bahkan ada seorang teman yang berkata, kita ikut saja seperti air mengalir, lama-lama kita akan sampai juga ke muaranya. Menurut saya teman saya ini ada benarnya, asalkan perjalanan air lancar, maka akan sampai ke muara, tapi bagaimana kalau tidak lancar, salah belok dan akhirnya habis energi sebelum sampai muara?

Sebuah kisah di bawah ini mungkin menarik untuk diambil hikmahnya. Seorang perenang kelas dunia bermaksud menyeberangi Selat California, dia sebelumnya mampu menyeberangi selat-selat yang lain dengan sukses. Pada pagi musin dingin yang berkabut, di saat banyak orang lebih suka meringkuk di tempat tidur, mulailah dia berenang menyeberangi Selat California. Kabut yang sangat tebal menyebabkan dia hanya mampu melihat arah kedepan tidak lebih dari 100 meter. Sepanjang berenang dia hanya mempercayakan kepada arah yang dituju, di bawah kesaksian tim yang terus memberi dorongan. Ia terus berusaha berenang dengan gigih, tetapi karena tidak mengetahui kapan dia akan sampai ke tujuan maka akhirnya dia dengan berat hati memutuskan diri untuk tidak melanjutkan berenang, padahal sisa jarak sebenarnya tinggal setengah mil lagi, jarak yang tidak terlalu sulit untuk di capai oleh seorag ahli renang seperti dia. Dan pada kesempatan lain ketika kabut tidak menghalangi pandangan, dengan mudah dia mampu menyeberangi selat California tersebut.

Target dalam latihan akan berpengaruh dalam sisi psikologis. Menurut Prof. Dr Singgih Dirga Gunarsa, faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan latihan, bahkan porsinya bisa mencapai 90 %. Dalam dunia manajemen, tujuan(goal) merupakan sesuatu yang sangat crusial, karena akan menuntun kemana arah tujuan latihan kita. Sebaiknya kita memiliki target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, dan pada masing-masing tahapan tersebut di masukkan Key Performanced Indicator (Indakator Keberhasilan), sehingga kita akan mengetahui apakah kita sudah berhasil dalam latihan atau belum.

Generasi awal Thifan adalah sebuah contoh ideal yang dapat kita jadikan target jangka panjang, misalnya Ust Je’nan yang merupakan kampiumnya Thifan, beliau adalah yang paling sempurna dalam mempelejari Thifan, sehingga semua kriteria ada pada beliau. Beliau ahli dalam daht, senjata, kelincahan dan lain-lain. Atau kita akan mengambil contoh lain misalnya Ust Ahmed Bain yang ahli dalam senjata khususnya pedang, Ust Amak Shankai yang digelari Pendekar Langkah, beliau sangat lincah sehingga tidak ada satupun musuh yang mampu melukan atau menangkapnya. Ust Namsuit, ahli daht panas dan dingin,Lulu Ting pendekar selendang, yang mampu menjadikan selendang sebagai senjata setelah dilampiri daht. Ust Ufan Kittan, Ust Umat Bathar dan pendekar Thifan lain yang mampu melakukan serangan dengan daht panas dan dingin serta dengan mudah meluhmpukkan musuh bersenjata dengan tangan kosong. Semua kisah tersebut dapat kita baca di Kitab Zhodam yang merupakan kumpulan dari sejarah pendekar-pendekar Thifan Po Khan.

Tujuan jangka menengah dapat kita ambil dari target tiap tingkat. Terdapat 12 tingkat dalam Thifan, dan tiap tingkat mempunyai target pencapaian yang berbeda. Misalnya tingkat dasar kita harus mampu memukul dan menendang dengan baik, target tingkat lainnya harus mampu menangkis seperti angin, yang berarti menangkis dengan sangat cepat. Disebutkan juga dalam tingkat lain, bahwa kita harus mahir dalam banyak jenis tendangan, lincah dalam melakukan langkah dan senam kelincahan seperti loncat harimau, baling-baling dan lain-lain. Bahkan menurut para senior, ditingkat atas ketika kita diserang dengan rotan maka tangkisan kita harus mampu menghancurkan rotan tersebut, dan bukan hanya membuat rotan itu patah. Subhanallah ….

Target jangka pendek adalah target perjurus, apakah kita sudah mampu menghapal dan melakukan jurus seperti yang diharapkan dalam kitab. Tiap jurus mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga membutuhkan pengulangan dan penghayatan yang spesifik. Agar mampu menghayati jurus membutuhkan pengulangan berkali-kali, puluhan kali, ratusan atau bahkan ribuan kali. Misalnya jurus harimau, apakah benar gerakan kita sudah seperti harimau atau apakah cakaran kita sudah sekuat harimau, sehingga ketika mencakar mampu melukai lawan. Jangan sampai ketika menyerang justru cakar kita yang cidera karena tidak kuat, kaki kita cidera ketika menendang atau malah tangan bengkak ketika menangkis ….???

Pembimbing mempunyai peran yang sangat strategis dalam keberhasilan tamid. Dalam survey disebutkan 80 % keberhasilan tamid ditentukan oleh pembimbing.Pembimbing harus mampu melakukan proses coaching dan counselling dengan baik,tidak akan membiarkan tamid berlatih tanpa arah dan membiarkan tamid berlatih dengan target yang rendah, misalnya cukuplah yang penting tamid hapal jurus atau yang penting tamid datang dalam setiap latihan. Hal tersebut sangatlah jauh dari target sebenarnya, karena dengan cara seperti itu, tamid yang kritis mungkin akan cepat bosan karena tidak mendapatkan kemajuan yang berarti dalam setiap latihan. Sangatlah aneh misalnya tidak ada perbedaan antara tamid tingkat 1 dengan tamid tingkat 2 atau tingkat selanjutnya, perbendaan yang mendasar hanyalah jurus yang bertambah, tetapi dari segi skill, stamina, power, speed dan hal penting lainnya tetap sama. Kalau hal ini terjadi tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan demotivasi bagi tamid-tamid baru, karena para yunior biasanya selalu melihat hasil dari seniornya…

Nah pertanyaan sekarang, sudah seperti apakah hasil latihan kita? Apakah sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya? Apakah kita sudah mempunyai target dalam latihan? Kalau sudah maka teruslah bersemangat, dan kalau belum mari kita tingkatkan latihan kita dengan cara berlatih secara ikhlas, berlatih secara keras dan berlatih secara cerdas ….Allahu Akbar
(Herman – Tamid PTI)

Leave a Comment