Hikayat Anwar Shin

Syahdan adalah Moslem Nha orang Kethi itu pernah berceritera kepadaku, katanya: “Adalah Anwar Shin apakala tengah tidur tiadalah seorang yang berani menjagakan dia.”
Maka adalah pada suatu malam masuklah seorang pencuri kerumahnya itu dengan membawa tombak, pencuri itu sepekan lalu pernah tertanggap Anwar Shin tatkala pencuri itu mengambil dua ekor biri-biri kepunyaan Anwar Shin itu, tetapi pencuri itu meminta ampun kepadanya lalu dilepaskanya pencuri itu ia beri seekor biri-biri yang ia curi itu.

Syahdan ketika ujung tombak itu menyilainya hendak menusuk hulu hati Anwar Shin itu, iapun cepat berpelewat dan matanya tetap terpejam, patahlah mata tombak itu sanya mata tombak itu besi beracun ular Tsulakeng maka patahan mata tombak itu melukai tangan pencuri sendiri, sepekan kemudian ia mati dan bangkainya ditemukan dipadang rumput tengah dikerubungi beberapa ekor serigala.

Maka pada suatu hari seekor biri-biri kepunyaannya itu dimakan serigala lalu dikejarnya kelompok serigala itu dua ekor serigala ditangkapnya kanan kiri dan dihempaskannya akan tanah sehingga mati seketika.

Maka ilmu yang ia dapatkan itu kala ia bekerja dilanah Thifan lanah Tsyuzi, ia selalu memperhatikan orang berlatih, manakala ia pulang dikajinya ilmu itu dengan tekun, maka menjadilah ia seorang ahli Thifan yang tiada sepatah hurufpun ia hafal.

Leave a Comment