Hidup Sehat dengan Madu

Allah berfirman,
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya,didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”(An-Nahl:69)

Keterangan Al-Qur’anul-karim bahwa didalam madu lebah terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia dapat dibuktikan secara ilmiah. Hal ini telah ditetapkan oleh beberapa analisis tentangnya.Ternyata didalam madu terdapat beberapa zat anti kumanyang sangat bermanfaat.

Beberapa eksperimen telah dilakukan oleh para ahli baik di Barat maupun di Timur. Salah satu eksperimen tersebut dilakukan oleh seorang ahli bakteri bernama Sakhith. Ia dibuat tercengang oleh mayoritas makanan alami, terutama susu perahan yang dapat menularkan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kuman-kuman sebagai hasil dari kontaminasinya. Lalu ilmuan ini bertanya-tanya apakah madu juga dapat menularkan berbagai macam penyakit?

Dalam risetnya, Sakhtith menanamkan kuman-kuman dari berbagai macam penyakit pada beberapa sarang madu murni. Hasilnya sungguh luar biasa, semua kuman mati dalam waktu paling lama 4 hari. Kuman tifus mati setelah 48 jam, kuman deman tifus mati setelah 24 jam, kuman radang paru-paru mati pada hari keempat dan kuman disentri seukuran baksil mati setelah sepuluh hari.

Hasil eksperimen Sakhtith ini mendapat penguatan dari Dr. Lockhead, divisi enzim di Otawa, Dr Coulumb, dr Miss Guttenberg, Dr Azuries dan beberapa ilmuwan lainnya. Mereka menggunakan madu untuk mengobati penyakit jantung, luka lambung, menangkal racun, demam , cacar air, liver, tumor otak dan banyak lagi jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan madu.

Seorang ilmuwan bernama Fischer, kepala bidang pengobatan mata rumah sakit Udesa, mengumumkan bahwa dianggap salah satu obat manjur untuk mengobati berbagi penyakit mata.

Ahli bedah Inggris, Turfulak bercerita bahwa madu lebah sangat membantu pertumbuhan organ tubuh baru. Juga membantu cepatnya perapatan dan hilangnya dampak pembedahan. Hal ini juga diakui oleh beberapa ekperimen yang dilakukan oleh para ahli kecantikan. Dijelaskan bahwa madu dapat melindungi (konservasi) keremajaan kulit serta menghilangkan kerut dan cacat pada kulit.

Madu untuk kebugaran

Berdasarkan analisis kedokteran dijelaskan bahwa penyebab utama dari keletihan ditumbulkan sebagai hasil dari asam laktik dan asam arang (karbonik) dalam jaringan tubuh akibat dari mengerahan tenaga. Karenanya harus dinetralisir dengan alkali yang banyak terdapat dalam buah-buahan, sayur berwarna hijau dan juga madu. Madu yang berwarna hitam pekat lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan yang berwarna terang dalam menetralisir zat asam dalam darah.

Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 gr madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5.575 lt susu, atau 1.680 kg daging.

Kandungan gula dalam madu sangat tinggi yaitu fruktosa 41 %, glukosa 35 %, dan sukrosa 1,9 %. Selain itu terdapat unsur lainnya seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pncernaan serti vitamin A, B1, B2, antibiotika, magnesium, lainnya. Perlakuan tubuh terhadap madupun berbeda dibandingkan dengan gula. Madu dapat langsung diproses menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dahulu oleh enzim pencernaan di usus.

Para peneliti di University of Memphis menemukan bahwa sedikit madu setelah latihan yang berat dapat membantu tubuh memulihkan stamina dan menjaga kadar gula darah. Pada penelitian, 39 pria disuruh berlatih beban berat dan atlet wanita menjalani latihan mengangkat beban selama berjam-jam. Kemudian dengan segera mereka mengkonsumsi suplemen protein dicampur dengan salah satu bahan berikut : gula – maltodekstrin, suatu karbohidrat kompleks; atau madu dalam bentuk bubuk.

Hanya kelompok yang mendapat kombinasi protein-madu menunjukkan kadar gula darah yang optimal dalam waktu 2 jam setelah latihan. Para atlet yang mengkonsumsi madu juga menunjukkan kadar hormon yang lebih membantu untuk pemulihan otot. (hb)

Disarikan dari : Mukjizat Ilmiah dalam Al Qur’an – M Kamil Abdushshamad dan berbagai sumber lainnya.

Leave a Comment