Belajar Langkah

Belajar langkah
Dalam kitab Thifan Po Khan, langkah di sebut tusyuq, dalam bahasa lain disebut footwork atau footstep. Pelajaran langkah termasuk pelajaran awal yang diajarkan dalam beladiri. Setelah belajar kuda-kuda (tsebe) maka dalam jurus po’er (pukulan) sudah disertai dengan langkah, yaitu langkah maju ketika memukul dan juga langkah mundur ketika melakukan pelewat (tangkisan). Kemudian masih dalam tingkat dasar dan tingkat satu juga sudah diajarkan cukup banyak langkah, dimulai dari langkah satu (ets), dua (zho) dan seterusnya sampai langkah sepuluh (hoiq), noing, maimay, moqin, utdayi, sarik, liqwat, kipeak dan lain-lain. Langkah-langkah yang disebutkan tersebut menurut pengamatan dan pengalaman penulis, sudah merupakan langkah yang luar biasa apabila dapat digunakan dalam berturgul (bertarung). Belum lagi kalau dilanjutkan dengan langkah pada tingkat berikutnya seperti langkah khimo, langkah syirulgrul dan lain-lain, tentu akan menjadi langkah yang handal dalam berturgul, sehingga tidak heran muncul pendekar-pendekar Thifan yang ahli langkah seperti Ust Amak Shangkai, beliau digelari dengan Pendekar Langkah. Demikian juga dengan pendekar Selim Tsepang, beliau mampu merampas semua senjata lawan dengan cara melangkah, Tae Fatan bahkan terkenal dengan kemampuannya melangkah dan melompat di tebing-tebing yang runcing, dan masih banyak lagi pendekar Thifan yang ahli dalam melangkah sehingga dapat menghindar walau dihujani dengan panah.

Pengertian tusyuq (langkah) itu sendiri adalah sebuah gerakan yang dilakukan secara terstruktur yang digunakan untuk melakukan serangan, tangkisan, pertahanan, hindaran, bantingan ataupun tipuan. Pengertian langkah ini mungkin juga akan berbeda dengan pengertian dari beladiri lain, misalnya karate, silat, dan lain-lain. Tetapi secara prinsip setiap beladiri mempunyai jenis dan cara melangkah yang bervariasi. Apalagi kalau dikaitkan dengan banyak tidaknya jenis langkah yang dimiliki, misalnya beladiri yang bersifat statis seperti gulat, sumo, yudo, tentu akan memiliki karakter langkah yang berbeda dengan beladiri seperti silat, karate, kungfu ataupun Thifan itu sendiri. Di dalam kitab Thifan disebutkan cukup banyak langkah seperti yang disebutkan di atas, hal ini menunjukkan bahwa Thifan merupakan beladiri yang dinamis. Setiap tawe, serangan ataupun pelewat akan semakin efektif dilakukan apabila dengan menggunakan langkah, bahkan ada pelajaran khusus tentang langkah dengan menggunakan khimo.

Kenyataan yang sering penulis amati sekarang ini adalah cukup banyak tamid yang tidak konsen dalam mempelajari tusyuq, sama halnya dengan kurang ketertarikan tamid dalam mempelajari tsebe (kuda-kuda). Tamid lebih tertarik dalam menghapal tawe (jurus) yang diajarkan, hal ini karena mungkin belajar tawe lebih menarik dibandingkan dengan belajar tusyuq maupun tsebe. Padahal tawe akan menjadi lemah tanpa tsebe yang kuat, dan tawe akan menjadi kaku atau tidak efektif tanpa adanya tusyuq bahkan turgul akan lebih efektif dan menarik apabila menggunakan tusyuq.

Lalu bagaimana agar kita dapat menguasai langkah yang sudah diajarkan? Pengalaman penulis, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat kaki, tanpa kaki yang kuat maka sulit untuk dapat melangkah dengan baik. Untuk itu langkah pertama yang musti dilakukan adalah memperbanyak lari, ataupun minimal lari ditempat dengan mengangkat paha ataupun loncak-loncat dengan disertai teknik pernafasan yang sudah diajarkan. Hal berikutnya tentu dengan menghapal rangkaian langkah dengan sebaik-baiknya, sehingga hapalan langkah tersebut sudah masuk dalam memori otak kita. Tahap ketiga adalah dengan cara mempraktekkan tusyuq dalam turgul bayangan atau berlatih mempraktekkan tawe, hindaran, serangan bersama teman dengan mempraktekkan tusyuq yang sudah diajarkan. Awalnya latihan ini akan terlihat membosankan dan melelahkan, tetapi kalau kita menyadari akan besarnya manfaat yang akan diperoleh maka akan menjadi semangat kembali. Untuk tingkatan advantage atau pendekar tentu latihan tusyuq akan semakin rumit dan berat karena sudah mempergunakan beberapa perintang dan alat – alat bantu lainnya, sehingga semakin tinggi tingkatannya maka akan semakin mahir dalam mempergunakan langkah atau tusyuq.
(hb)

Leave a Comment