Turgul Bayangan

Seorang tamid bertanya kepada pembimbingnya, bagaimana caranya dapat melakukan turgul dengan lebih baik tanpa cepat lelah dan meminimalisir cidera? Jawaban pembimbing adalah dengan memperbanyak turgul bayangan.

Turgul bayangan (shadow fighting/shadow boxing) merupakan teknik berlatih turgul yang juga disarankan dalam kitab Thifan Po Khan. Metode ini merupakan salah satu jenis latihan turgul yang efektif. Secara simple turgul bayangan dilakukan seperti halnya real turgul, tatapi musuh yang dihadapi hanya berupa bayangan yang kita ciptakan. Bayangan ciptaan ini akan menjadi lawan tanding yang tangguh karena semua gerakan yang dilakukan lawan merupakan inprovisasi dari pikiran kita dan dia juga mengetahui kemana dan jenis serangan apa yang akan kita lakukan. Bedanya dengan real turgul adalah dalam turgul bayangan ini kita memerlukan konsentrasi penuh untuk menghadirkan bayangan lawan tanding menjadi seakan-akan nyata. Kalau konsentrasi kita tidak penuh maka gerakan yang kita lakukan kurang optimal karena gerakan kita tidak jauh beda dengan gerakan kosong yang kurang bermakna.

Gerakan turgul bayangan disesuaikan dengan jenis turgul biasa yaitu turgul rapatan, turgul renggan dan turgul jangkauan. Kita dapat melakukan improvisasi gerakan serangan dan pertahanan dengan mengambil dari tawe yang sudah dipelajari, dan mencoba memasukan jurus sesuai kondisi serangan dan peluang yang kita ciptakan. Dari banyak pengalaman, latihan dengan turgul bayangan ini sangat efektif. Karena kita dari latihan ini kita akan mempunyai kemampuan melakukan serangan dan pertahanan yang variatif dan tentunya juga efektif, nafas dalam bertugul akan semakin panjang dan tentunya ketika berlatih turgul bayangan minus cidera karena tidak ada lawan yang sebenarnya.

Untuk melatih reflek serangan dapat kita kembangkan turgul bayangan ini menjadi serangan 4 penjuru mata angin, hal ini berfungsi untuk melatih konsetrasi tidah hanya satu arah, sehingga kita akan lebih siap apabila nantinya bertemu dengan lawan yang lebih dari satu dan menyerang dari penjuru yang berbeda. Dengan latihan ini kita juga sudah terbiasa memecah jurus menjadi 4 penjuru mata angin.

Turgul Imaginasi

Sebagaimana kita ketahui, otak manusia terdiri dari tiga bagian dasar, yaitu : batang otak, sistem limbik dan neokorthek. Batang otak berkaitan dengan insting dan kemampuan mempertahankan species. Sistim limbik Fungsinya bersifat emosional dan kognitif, selain itu juga mengendalikan bioritme (pengaturan biologis tubuh). Neokorthek yang terbungkus 80 % dari seluruh materi otak merupakan tempat bersemayamnya kecerdasan kita. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik sadar, dan penciptaan gagasan.

Turgul imajinasi yang merupakan kelanjutan dari proses turgul sebelumnya adalah sebuah proses yang ingin memasukkan memori turgul dalam bagian otak yang terdalam. Dengan teknik ini diharapkan turgul bukan hanya merupakan gerakan fisik yang didasarkan pada insting, tetapi juga merupakan proses yang melibatkan kecerdasan. Memori yang masuk ke sampai ke neokorthek akan menimbulkan proses pengaktifan kecerdasan, membuat otak mampu bekerja lebih baik, dan mengisi memori otak dengan sesuatu yang bermanfaat. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa memori otak manusia rata-rata hanya terpakai sekitar 1 %, sehingga peluang untuk memasukkan semua ilmu yang positif masih sangat besar, termasuk ilmu Thifan Po Khan. Proses berlatih imajinasi ini apabila dilakukan dengan kontinue maka akan menciptakan pegiat Thifan Po Khan yang cerdas dalam mempelajari dan mengaplikasikan jurus-jurusnya, termasuk kecerdasan dalam berturgul. Dengan cara ini sekaligus menciptakan pegiat Thifan Po Khan yang cerdas dalam segala hal, mudah menghapalkan Al Qur’an, hadits dan ilmu agama yang lain serta ilmu-ilmu lain yang membutuhkan peran ummat Islam. Wallahu a’lam bi showab. (Hb)

Leave a Comment