Zhodam Thifan Po Khan Jilid 2

Kisah Sang Legenda
(Ust AD Marzdedeq Rohimahullah)

Dikisahkan dari ust Hasan Mustaqim dari ust Romli (Ust R) murid pertama dari Ust AD Marzdedeq (Ust M) bahwa beliau menceritakan sebelum ust Romli belajar Thifan Po Khan. Ust R adalah jawara yang sudah malang melintang di dunia persilatan dari Bandung, Banten dll.

Ketika bertemu dengan ust M di Persis, ust R tidak tahu kalau ternyata ahli beladiri, karena terlihat lembut penampilannya.

Melalui perantara seorang seorang ustadz senior di Persis maka ust R ditawarkan untuk mencoba tanding dengan ust M. Kaget, heran dan penasaran apa benar bahwa Ust M bisa beladiri.

Diundanglah ustadz M ke rumah ust R untuk bertanding. Maka datanglah ust M memenuhi undangan tersebut. Keheranan pertama ust R adalah karena ust M datang dengan jalan kaki dengan jarak sekitar 19 km.

Mulailah mereka bertanding, anehnya adalah semua serangan ust R tidak ada satupun yang mengenai ust M. πŸ‘πŸΌ

Pertandingan dilanjutkan beberapa hari tetapi tetap ust R belum bisa mengenai ust M. Semakin penasaran maka ust R mengeluarkan dua senjata, masing-masing diminta mengambil senjata, tetapi ust M tidak mengambil senjata dan ust R mengambil golok.

Ust R menyampaikan bagaimana kalau luka terkena golok, ust M mempersilakan saja dan justru menasehati agar hati-hati agar ust R tidak terluka πŸ˜₯

Mulailah ust R menyerang ust M dengan golok, tetapi tetap satupun serangan tidak ada yg mengenai 😊

Tibalah sebuah serangan cepat dan keras dengan golok ke arah ust M yang diperkirakan akan mengenai sasaran, dan…….bet….bagaikan dalam film golok yang diayunkan dengan keras tersebut dijepit dengan dua jari oleh ust M. Masya Allah…

Ust R mencoba mencabut golok tersebut tetapi tidak mampu, bahkan seperti terkena sengatan listrik dan akhirnya ust R menyerah kalah. Mulailah ust R menjadi murid pertama ust M sampai sekarang.

Masya Allah dengan kemampuan seperti itu rasanya kita sebagai tamid Thifan Po Khan masihlah sangat jauh kualitasnya.

Mari terus semangat berlatih secara benar, bersemangat dan ikhlas karena Allah.
——-

Ditulis oleh : Herman Budianto – Tamid Thifan Po Khan sejak 1993.

Leave a Comment