Indonesia Perlu Pemimpin dan Rakyat Seperti Jaman Muhammad Al Fatih rohimahullah

Indonesia Perlu Pemimpin dan Rakyat Seperti Jaman Muhammad Al Fatih rohimahullah

Pemimpim yang tidak pernah meninggalkan sholat wajib, tidak pernah meninggalkan sholat rawatib dan tidak pernah meninggalkan tahajud sejak baligh. Masya Allah….
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad bin Hanbal, Al-Musnad 4/335)

Pemimpim terbaik dan pasukan terbaik, tim yang sangat solid. Terbaik dalam ruhiah kedekatan kepada Allah, terbaik dalam strategi, terbaik dalam mempimpin rakyat dan juga terbaik dalam kekuatan. Itulah Muhammad Al Fatih dan pasukannya.

Muhammad al Fatih atau Sultan Muhammad II, atau Mehmed II (1432 – 1481 M) sejak kecil telah dididik oleh dua ulama besar pada zamannya, yaitu Syaikh Al-Kurani dan Syaikh Aaq Syamsuddin. Beliau ilmu-ilmu agama, ilmu sejarah, strategi perang dan menguasai 7 bahasa yaitu Arab, Turki, Parsi, Latin, Yunani, Serbia dan Ibrani.

Salah satu strategi hebat Al Fatih untuk dapat menaklukkan Konstatinopel adalah melakukan terobosan membawa kapal perang dari laut ke darat melalui perbukitan Galata untuk melewati rantai besi di laut yang dipasang oleh pihak Konstatinopel.

Seorang ahli sejarah tentang Byzantium, Yilmaz Oztuna, di dalam bukunya Osman Li Tarihi menyebutkan, “Kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander yang Agung”.

Setelah melalui perjuangan yang luar biasa dan tentu atas pertolongan Allah dalam menakukkan benteng Konstatinopel maka Muhammad Al Fatih mengumpulkan semua pasukannya untuk melakukan sholat Jumat, ditawarkan siapa yang mau menjadi imam, tetapi tidak satupun yang maju.

Al Fatih lalu meminta semua pasukan berdiri. Beliau mengatakan siapa sejak baligh pernah meninggalkan sholat 5 wajib maka dipersilakan duduk, tidak ada satupun yang duduk. Artinya semua pasukannya sejak baligh sekitar usia 14 an tahun tidak pernah meninggalkan sholat wajib.

Pertanyaan berikutnya, siapakah yang pernah meninggalkan sholawat rawatib sejak baligh, maka sebagian duduk. Pertanyaan terakhir adalah siapa yang pernah meninggalkan tahajud maka semua pasukan duduk kecuali Muhammad Al Fatih, sang Panglima sekaligus Sultan.

Masya Allah artinya sejak mulai baligh sampai dewasa maka Al Fatih tidak pernah meninggalkan sholat wajib, tidak pernah meninggalkan sholat rawatib 10 rakaat, dan tidak pernah meninggalkan sholat tahajud.

Itulah kualitas Muhammad Al Fatih, usia 21 tahun sudah mempunya prestasi yang luar biasa. Hal tersebut diperoleh dari pertolongan Allah karena kedekatan beliau dan rakyatnya kepada Allah, keahlian beliau dalam strategi dan ilmu-ilmu lainnya.

Semoga bangsa Indonesia mempunyai calon pemimpin seperti Muhammad Al Fatih yang bisa menjadikan Indonesia bangsa mandiri tanpa tekanan asing, sejahtera, barokah, selalu menjalankan perintah Allah dan RosulNya secara kaffah. aamiin

Herman Budianto
Spiritkehidupan.com

Leave a Comment