Tahun Baru : Muhasabah Internal dan Eksternal

Selasa, 29 Desember 2009 14:00:11 - oleh : redaksi

Tahun Baru : Muhasabah Internal dan Eksternal

Tak terasa tapi pasti, langkah kita sudah memasuki tahun baru 1431 H. Bertepatan pula sebentar lagi memasuki tahun 2010 M. Seakan sudah menjadi program yang sudah di setting secara khusus bahwa setiap tahun baru selalu ada event untuk menyambutnya. Pesta kembang api, tiupan terompet, hiburan, kongkow-kongkow dan berbagai acara lain yang dibuat secara khusus. Disebagian lain, ummat Islam mengadakan acara yang lebih positif dengan mengadakan muhasabah, untuk mengevaluasi tapak langkah tahun sebelumnya.

Terkait langsung dengan tamid Thifan Po Khan, kegiatan apakah kiranya yang terbaik dilakukan dalam mensikapi tahun baru ini? Kalau kita baca kembali janji tamid Thifan Po Khan, khususnya pasal 2, di situ disebutkan bahwa tamid harus mentaati syariah yang ditentukan oleh Allah dan Rosul-Nya. Maka secara otomatis kita harus memilah dan memilih kegiatan apa yang terbaik dilihat dari kaca mata syariah. Apabila berkaca pada ulama, jangankan perbuatan yang haram dan makruh, perbuatan mubahpun ditinggalkan ataupun dikurangi.

Berkaca pada point di atas, ada baiknya tamid Thifan Po Khan melakukan sebuah perenungan atau kontemplasi berupa muhasabah diri. Muhasabah ini mempunyai dua dimensi. Pertama, dimensi internal. Maksudnya adalah seberapa optimal kita mampu menyerap ilmu-ilmu Thifan, baik berupa target latihan, target tingkatan dan peran atau pengorbanan untuk perguruan, serta manfaat apa yang didapat tamid dari mempelajari Thifan. Sedangkan dimensi kedua adalah dimensi eksternal. Dimensi ini lebih menitikberatkan pada nilai manfaat yang dirasakan pihak lain. Hal ini bercermin pada hadits dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain. Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Imam Suyuthi.

Hitungan tahun, atau bahkan sudah banyak yang lebih dari sepuluh tahun mempelajari Thifan Po Khan, apa sumbangsihnya untuk ummat? Apakah yang sudah dihasilkan atau diberikan untuk ummat? Semoga kita sudah mampu membuat deretan daftar manfaat yang sudah kita berikan untuk ummat, kalau belum maka awal tahun 1431 H atau 2010 M menjadi momentum yang tepat untuk melecutkan diri agar dapat memberikan manfaat yang sebaik-baiknya untuk ummat. (pai)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Umum" Lainnya