Tahun Baru : Muhasabah Internal dan Eksternal
Tahun Baru : Muhasabah Internal dan Eksternal
Tak
terasa tapi pasti, langkah kita sudah memasuki tahun baru 1431 H.
Bertepatan pula sebentar lagi memasuki tahun 2010 M. Seakan sudah
menjadi program yang sudah di setting secara khusus bahwa setiap tahun
baru selalu ada event untuk menyambutnya. Pesta kembang api, tiupan
terompet, hiburan, kongkow-kongkow dan berbagai acara lain yang dibuat
secara khusus. Disebagian lain, ummat Islam mengadakan acara yang lebih
positif dengan mengadakan muhasabah, untuk mengevaluasi tapak langkah
tahun sebelumnya.
Terkait
langsung dengan tamid Thifan Po Khan, kegiatan apakah kiranya yang
terbaik dilakukan dalam mensikapi tahun baru ini? Kalau kita baca
kembali janji tamid Thifan Po Khan, khususnya pasal 2, di situ
disebutkan bahwa tamid harus mentaati syariah yang ditentukan oleh
Allah dan Rosul-Nya. Maka secara otomatis kita harus memilah dan
memilih kegiatan apa yang terbaik dilihat dari kaca mata syariah.
Apabila berkaca pada ulama, jangankan perbuatan yang haram dan makruh,
perbuatan mubahpun ditinggalkan ataupun dikurangi.
Berkaca pada
point di atas, ada baiknya tamid Thifan Po Khan melakukan sebuah
perenungan atau kontemplasi berupa muhasabah diri. Muhasabah ini
mempunyai dua dimensi. Pertama,
dimensi internal. Maksudnya adalah seberapa optimal kita mampu menyerap
ilmu-ilmu Thifan, baik berupa target latihan, target tingkatan dan
peran atau pengorbanan untuk perguruan, serta manfaat apa yang didapat
tamid dari mempelajari Thifan. Sedangkan dimensi kedua adalah dimensi eksternal. Dimensi ini lebih menitikberatkan pada nilai
manfaat yang dirasakan pihak lain. Hal ini bercermin pada hadits
dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling
banyak bermanfaat bagi orang lain. Derajat hadits ini ini menurut Imam
Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya
Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Imam Suyuthi.
Hitungan
tahun, atau bahkan sudah banyak yang lebih dari sepuluh tahun
mempelajari Thifan Po Khan, apa sumbangsihnya untuk ummat? Apakah yang
sudah dihasilkan atau diberikan untuk ummat? Semoga kita sudah mampu
membuat deretan daftar manfaat yang sudah kita berikan untuk ummat,
kalau belum maka awal tahun 1431 H atau 2010 M menjadi momentum yang
tepat untuk melecutkan diri agar dapat memberikan manfaat yang
sebaik-baiknya untuk ummat. (pai)
Visitors :29700 Org
Hits : 90823 hits
Month : 1351 Users
