Gizi Anti-Lupa

Peranan
vitamin B6, vitamin B12, dan asam folat cukup besar dalam menjaga
ketajaman daya ingat dan kemampuan berfikir abstrak nonverbal.
Kemampuan berfikir abstrak nonverbal adalah kemampuan memahami bahasa
tubuh seseorang misalnya kalau seseorang sedang merengut artinya dia
sedang marah atau kesal. Selain perannya dalam menunjang kerja sel-sel
saraf penghantar pesan di dalam otak, zat-zat gizi tersebut juga
memiliki fungsi sekunder, sebagai pengendali kadar homosistein darah.
Sudah diketahui bahwa kadar homosistein darah yang tinggi berkaitan
dengan munculnya penyakit pembuluh darah, khususnya hipertensi dan
serangan stroke.
Kadar normal glukosa darah juga menentukan
kecepatan daya tangkap dan ketajaman daya ingat. Padahal setelah
melewati usia 40 tahun, kemampuan tubuh melakukan metabolisme glukosa
semakin menurun dengan meningkatnya usia. Kadar glukosa darah tidak
terkendali terlalu rendah (hipoglikemia) atau terlalu tinggi (hiperglikemia)
dapat mengacaukan kinerja otak. Hal paling mencolok yang mudah teramati
adalah pada pengidap kencing manis yang mangalami hipoglikemia yang
menjadi “bengong” dan “ tidak nyambung” kalau diajak bicara.
Tim
dari National Institute of Aging di Bethesda, Maryland, melakukan
penelitian terhadap 11.178 orang. Dibandingkan dengan yang tidak
mengkonsumsi vitamin E, relawan yang rajin mengkonsumsi vitamin E 100
IU per hari tidak mengalami kelambatan dalam penurunan daya ingat. (IU
singkatan dari International Unit, Istilah dalam bahasa Indonesia :
Satuan Internasional, disingkat SI). Sebagai antioksidan kuat, vitamin
E meredam aktivitas radikal bebas, sehingga radikal bebas gagal merusak
sel-sel otak.
Asupan vitamin C yang
cukup, penting juga untuk menjaga kesehatan otak. Selain berperan aktif
sebagai pelumpuh radikal bebas, vitamin C diperlukan untuk memproduksi
hidroksiprolin, suatu komponen kolagen yang penting untuk memperkuat
pembuluh darah otak dan menjaganya agar tetap lembut. Orang-orang yang
cukup mendapatkan vitamin C setiap hari ternyata memiliki kemampuan
kognitif lebih baik daripada yang mengabaikan asupan vitamin C.
Lemak
sehat seperti asam lemak omega-3 amat diperlukan untuk menjaga
ketajaman daya ingat. Dalam sejumlah hasil riset disebutkan asupan
omega-3 berpengaruh terhadap kesehatan otak. Omega-3 mencegah
terjadinya pengentalan dan penggumpalan darah, yang dapat menyumbat
pembuluh darah otak, sehingga otak tetap bisa mendapatkan pasokan
oksigen dan zat gizi penting.
Makanan yang sebaiknya diutamakan
Daun singkong
Banyak
mengandung vitamin B2. Pilihan lain : kacang tanah, kacang hijau,
kacang merah, kacang tolo, kedelai, tempe, tahu, susu kedelai, susu,
daging sapi tanpa lemak, ragi, sayuran daun hijau terutama yang
berwarna hijau gelap.
Ikan mas
Banyak
mengandung vitamin B6. Pilihan lain : beras merah, daging sapi tanpa
lemak, susu, beragam jenis ikan, aneka sayuran, kacang, dll
Hati
Banyak mengandung vitamin B6. Pilihan lain : daging sapi tanpa lemak, daging ayam tanpa lemak, susu, keju dan telur.
Tempe
Kaya
zat flavonoid. Pilihan lain : bawang bombay, wortel,brokoli, stroberi,
tomat, jeruk lemon, jeruk nipis, jeruk orange, apel, delima.
Semangka
Kaya
akan lokopen, yang merupakan senyawa antioksidan kuat. Pilihan lain :
tomat, dan produk olahannya seperti pasta tomat dan saus tomat.
Bayam
Meningkatkan
asupan zat besi, membantu meningkatkan daya ingat, terutama daya ingat
jangka pendek. Pilihan lain : kacang-kacangan, daging, kepiting, udang,
kerang, sayuran daun hijau.
Ikan tuna
Banyak mengandung omega-3. Pilihan lain : ikan salmon, ikan gindara, alpukat
Pepaya
Banyak
mengandung vitamin C. Pilihan lain : mangga, jeruk, stroberi,
belimbing, kedondong, nanas, rambutan, sawo, sirsak, kol/paprika/cabai
rawit/ cabai merah yang disantap mentah.
Taoge
Sumber
vitamin E. Pilihan lain : alpukat, amon, kenari, wijen, brazil nut,
walnut, brokoli, kacang tanah, kuaci tawar biji bunga matahari, mangga.
Wijen
Mengandung banyak mineral seng. Pilihan lain : kerang , kepiting, daging sapi tanpa lemak, daging ayam tanpa lemak.
Bawang putih
Mengandung
allisin, melindungi sel-sel saraf dari proses perusakan oleh radikal
bebas dan merangsang tumbuhnya percabangan sel-sel otak. Pilihan lain :
bawang bombai.
Sumber : Good Mood Food – Wied Harry Apriadji
Visitors :33601 Org
Hits : 103186 hits
Month : 1684 Users