Belajar dari Ip Man

Senin, 11 Januari 2010 16:00:38 - oleh : redaksi


Ip Man atau Yip Man merupakan merupakan tokoh legendaris Win Chun. Beberapa waktu yang lalu legenda Ip Man diputar di layar lebar. Film berlatar belakang China pada tahun 1900-an ini mengkisahkan sebagian sejarah hidup master Yip Man. Dikisahkan bahwa Ip Man hidup di tengah kota Fushan yang memiliki budaya menarik. Beladiri menjadi gaya hidup masyarakat Fushan. Perguruan beladiri menjamur di seluruh pelosok Fushan dan berkembangan berdampingan secara rukun.

Ip Man adalah pewaris kungfu Win Chun, kungfu yang diciptakan oleh seorang wanita bernama Yim Wing Chun. Kalau dirunut lebih jauh maka akan didapat bahwa Win Chun adalah kungfu yang bersumber dari Shaolin. Ketika biara Shaolin dibakar oleh dinasti Ching (Manchuria), maka para pendekar Shaolin yang selamat melarikan diri. Perkembangan selanjutkan para biksu yang melarikan diri ini membentuk aliran kungfu tersendiri yaitu Win Chun. Untuk mendapatkan sejarah lebih lengkap tentang Wing Chun dapat dibaca di http://wingchun.50megs.com/sejarah.html.


Ip Man (Yip Man) yang diperankan sangat sempurna oleh Donnie Yan, digambarkan selain sebagai master kungfu yang tangguh, juga memiliki sifat seorang pendekar yang sejati yaitu baik budi dan tidak sombong :-). Hal ini terlihat dari sikap hormatnya beliau kepada para master yang lain. Walaupun mampu mengalahkan lawanya tapi Ip Man tetap menghargai sebagai layaknya orang yang tidak dikalahkan. Hal ini terlihat ketika Ip Man mengalahkan master Liu dan pendekar lainnya yang datang dari luar kota Fushan. Hal ini dapat dijadikan pelajaran yang berharga bagi setiap orang yang mempelajari beladiri untuk tetap dapat bersikap bijaksana, sehingga pencitraan bahwa belajar beladiri hanya menciptakan manusia yang mengandalkan kekerasan akan hilang dengan sendirinya.

Beberapa pelajaran menarik yang diambil hikmahnya oleh para pegiat beladiri dalam film Ip Man kurang lebih sebagai berikut :

Pertama. Hikmah pertama ini adalah hikmah yang penulis tangkap dari kisah Ip Man. Beladiri bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi beladiri harus bermanfaat dan memberikan konstribusi positif terhadap masyarakat.
Hikmah ini diperlihatkan oleh Ip Man ketika menyadari bahwa sebagai master beladiri tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan bangsa China dari penjajahan Jepang. Tetapi setelah kesadaran muncul, maka Ip Man berjuang dengan memanfaatkan beladiri untuk membantu masyarakat dan bangsa China.

Kedua. Total foodball.
Ip Man adalah master yang disegani di Fushan. Keahlian beladiri tidak ada yang menandingi. Dia mempelajari kungfu secara mendalam dan tidak tanggung-tanggung. Dia tidak ingin hanya sekedar ”bisa beladiri” atau hanya sekedar mengikuti trend pada saat itu. Hikmah utamanya adalah jangan pernah setengah-setengah dalam mempelajari sesuatu termasuk beladiri.

Ketiga. Bijak dan tidak sombong.
Sifat terlihat dalam setiap interaksi Ip Man dengan master beladiri yang lain maupun masyarakat umum. Kehebatan tidak menjadikan dia sombong dan memanfaatkan untuk kepentingan pragmatis diri sendiri.

Keempat. Memperhatikan keluarga.
Pelajaran menarik terlihat ketika Ip Man sibuk dengan dunia beladiri, anak dan istrinya merajuk karena kurang mendapatkan perhatian. Dalam film ditunjukkan, anak Ip Man menunjukan gambar yang telah dibuat, tetapi karena Ip Man sibuk berlatih maka anak tersebut diminta menyingkir. Masgullah anak dan istri Ip Man. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena Ip Man menyadari kesalahannya dan memperbaiki hubunga dengan anak dan istri. (kat)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Beladiri" Lainnya