Belajar dari Ip Man

Ip
Man atau Yip Man merupakan merupakan tokoh legendaris Win Chun.
Beberapa waktu yang lalu legenda Ip Man diputar di layar lebar. Film
berlatar belakang China pada tahun 1900-an ini mengkisahkan sebagian
sejarah hidup master Yip Man. Dikisahkan bahwa Ip Man hidup di tengah
kota Fushan yang memiliki budaya menarik. Beladiri menjadi gaya hidup
masyarakat Fushan. Perguruan beladiri menjamur di seluruh pelosok
Fushan dan berkembangan berdampingan secara rukun.
Ip Man adalah
pewaris kungfu Win Chun, kungfu yang diciptakan oleh seorang wanita
bernama Yim Wing Chun. Kalau dirunut lebih jauh maka akan didapat bahwa
Win Chun adalah kungfu yang bersumber dari Shaolin. Ketika biara
Shaolin dibakar oleh dinasti Ching (Manchuria), maka para pendekar
Shaolin yang selamat melarikan diri. Perkembangan selanjutkan para
biksu yang melarikan diri ini membentuk aliran kungfu tersendiri yaitu
Win Chun. Untuk mendapatkan sejarah lebih lengkap tentang Wing Chun
dapat dibaca di http://wingchun.50megs.com/sejarah.html.
Ip
Man (Yip Man) yang diperankan sangat sempurna oleh Donnie Yan,
digambarkan selain sebagai master kungfu yang tangguh, juga memiliki
sifat seorang pendekar yang sejati yaitu baik budi dan tidak sombong
:-). Hal ini terlihat dari sikap hormatnya beliau kepada para master
yang lain. Walaupun mampu mengalahkan lawanya tapi Ip Man tetap
menghargai sebagai layaknya orang yang tidak dikalahkan. Hal ini
terlihat ketika Ip Man mengalahkan master Liu dan pendekar lainnya yang
datang dari luar kota Fushan. Hal ini dapat dijadikan pelajaran yang
berharga bagi setiap orang yang mempelajari beladiri untuk tetap dapat
bersikap bijaksana, sehingga pencitraan bahwa belajar beladiri hanya
menciptakan manusia yang mengandalkan kekerasan akan hilang dengan
sendirinya.
Beberapa pelajaran menarik yang diambil hikmahnya oleh para pegiat beladiri dalam film Ip Man kurang lebih sebagai berikut :
Pertama.
Hikmah pertama ini adalah hikmah yang penulis tangkap dari kisah Ip
Man. Beladiri bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi beladiri harus
bermanfaat dan memberikan konstribusi positif terhadap masyarakat.
Hikmah
ini diperlihatkan oleh Ip Man ketika menyadari bahwa sebagai master
beladiri tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan bangsa
China dari penjajahan Jepang. Tetapi setelah kesadaran muncul, maka Ip
Man berjuang dengan memanfaatkan beladiri untuk membantu masyarakat dan
bangsa China.
Kedua. Total foodball.
Ip Man adalah
master yang disegani di Fushan. Keahlian beladiri tidak ada yang
menandingi. Dia mempelajari kungfu secara mendalam dan tidak
tanggung-tanggung. Dia tidak ingin hanya sekedar ”bisa beladiri” atau
hanya sekedar mengikuti trend pada saat itu. Hikmah utamanya adalah
jangan pernah setengah-setengah dalam mempelajari sesuatu termasuk
beladiri.
Ketiga. Bijak dan tidak sombong.
Sifat
terlihat dalam setiap interaksi Ip Man dengan master beladiri yang lain
maupun masyarakat umum. Kehebatan tidak menjadikan dia sombong dan
memanfaatkan untuk kepentingan pragmatis diri sendiri.
Keempat. Memperhatikan keluarga.
Pelajaran
menarik terlihat ketika Ip Man sibuk dengan dunia beladiri, anak dan
istrinya merajuk karena kurang mendapatkan perhatian. Dalam film
ditunjukkan, anak Ip Man menunjukan gambar yang telah dibuat, tetapi
karena Ip Man sibuk berlatih maka anak tersebut diminta menyingkir.
Masgullah anak dan istri Ip Man. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama,
karena Ip Man menyadari kesalahannya dan memperbaiki hubunga dengan
anak dan istri. (kat)
Visitors :33608 Org
Hits : 103201 hits
Month : 1683 Users