Penderita Obesitas Rawan Diabetes Tipe 2
Penderita Obesitas Rawan Diabetes Tipe 2

Hasil
kajian yang diterbitkan pada jurnal Cell Metabolism, mengutip ilmuwan
yang mengatakan, mereka sepertinya sudah menyingkap rahasia kunci
mengapa penderita obesitas beresiko tinggi terkena penyakit diabetes
tipe 2.
Sebuah tim yang dipimpin oleh Matthew Watt, associate
professor di Universitas Monash Sydney, menyingkap bahwa sel lemak
mengeluarkan protein yang disebut PEDF (pigment epithelium-derived
factor), yang memicu serangkaian proses interaksi yang menuju pada
pembentukan penyakit diabetes tipe 2.
"Ketika PEDF dikeluarkan
dan masuk ke aliran darah, hal itu menyebabkan otot dan liver tidak
sensitif atau tidak mengenali adanya insulin dalam darah. Pankreas
kemudian memproduksi lebih banyak insulin untuk mengatasi
'ketidakadaan' insulin tersebut."
Pembuatan insulin yang terus
menerus ini menyebabkan pankreas itu sendiri kelebihan beban kerja,
atau lebih tepatnya kemampuannya menurun hingga tak berproduksi lagi,
yang mana hal itu menjadi penyebab terjadnya diabetes tipe 2.
Sepertinya
semakin tebal lapisan lemak seseorang, maka tubuh akan semakin tidak
sensitif terhadap insulin. Hal itu menyebabkan lebih banyak lagi
insulin yang diminta untuk menjaga kadar glukosa dalam darah," kata
Watt.
"Penelitian kami menujukkan tidak hanya PEDF yang
meningkat ,bisa menyebakan diabetes tipe 2, namun juga jika PEDF
dihalangi, bisa meyebabkan terjadinya proses yang sebaliknya. Tubuh
seseorang akan kembali sensitif terhadap insulin, yang berarti tidak
memerlukan insulin yang berlebih agar tubuh tetap seimbang."
Watt
mengatakan bahwa penelitian terdahulu membuktikan bahwa PEDF juga
mencegah terjadinya penyempitan arteri dan pertumbuhan pembuluh darah
yang berlebihan, serta menjaga sistem saraf tetap sehat. Namun katanya
juga, obat-obatan baru paling tidak lima tahun lagi baru bisa
diproduksi.
Percobaan itu sendiri dilakukan terhadap tikus.
Namun dari penelitian lain diketahui bahwa protein PEDF dalam jumlah
tinggi ini banyak ditemukan pada orang pengidap diabetes tipe 2. Ini
berarti, proses yang ditemukan pada tikus, bisa jadi menunjukkan adanya
proses serupa pada manusia. [di/an/www.hidayatullah.com]
Visitors :33608 Org
Hits : 103205 hits
Month : 1683 Users